Blog ini hanya merupakan back up data dari Situs www.ditjenmiltun.net apabila situs ini mengalami gangguan dan juga mencoba mengarsipkan berita-berita terkait dengan Mahkamah Agung atau berita-berita dari media on line yang ada ..

Jumat, 13 Januari 2012

MA Tempo Dulu: Sambung Hidup, Mobil Dinas Ketua MA Dijadikan Taksi

Andi Saputra - detikNews

Jakarta - Ulah sebagian aparat hukum Indonesia belakangan ini memprihatinkan. Dari kedapatan menerima suap, pesta narkotika, jual beli perkara hingga tindak asusila. Padahal, para pemimpin bangsa Indonesia awal, memberikan contoh sebaliknya; menjaga diri dari semua bentuk tindakan tercela.

Lihatlah bagaimana Ketua Mahkamah Agung (MA) Wirjono Prodjodikoro. Hakim agung kelahiran 15 Juni 1903 ini begitu berhati-hati menjaga martabat. Padahal pada waktu dia menjabat Ketua MA, 1952-1966, dimana kondisi Indonesia sangat miskin.

Dengan gaji yang sangat kecil dibanding pejabat negara lainnya, Wirdjono menolak suap dalam setiap perkara yang dia tangani. Untuk mendapat penghasilan tambahan yang halal, dia memilih menjadikan mobil dinasnya sebagai taksi saat jam kerja.

"In order to survive, even the Suprame Court Chairman was forced to rent out his official car as a taxicab during officer hours," kata Sabastian Pompe.

Peneliti asal Belanda ini menulisnya dalam desertasi doktor yang dijadikan buku 'The Indonesian Supreme Court: A Study of Institusional Collapse' seperti dikutip detikcom, Kamis, (12/1/2012).

Pada awal berdiri Indonesia tersebut, MA dikenal sebagai lembaga yang bersih. Meski ditengah krisis Demokrasi Terpimpin, MA selain independen juga dikenal berintegritas. Hingga datang masa Orde Baru, rezim Soeharto mencengkeram MA dan menumbuhkan korupsi yang menggerogoti tubuh MA.

"Sampai tahun 1959, MA sangat independen," jelas Pompe.

Kuatnya gurita korupsi ini juga menyebabkan kinerja di MA terpuruk. Efeknya, tumpukan perkara mencapai ribuan. Banyak pencari keadilan menunggu waktu puluhan tahun untuk mendapat putusan MA.

Lantas bagaiamana MA sekarang ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar